Istri Wajib Taat Kepada Suami Dalam Kebaikan

Istri Wajib Taat Kepada Suami Dalam Kebaikan

Istri Wajib Taat kepada Suami dalam Kebaikan
- Saudariku, banyak hadis yang mewajibkan seorang istri untuk taat kepada suami nya selama suaminya tidak memerintahkannya berbuat maksiat atau memberinya perintah yang tak mampu ia laksanakan. 

Ketaatan merupakan perkara yang lumrah dalam kehidupan bersama suami istri. Tidak diragukan lagi bahwa ketaatan seorang istri kepada suaminya dapat menjaga keutuhan rumah tangga mereka dari perpecahan, menumbuhkan rasa cinta suami kepada istri, memperdalam ikatan keduanya, memupuk kasih sayang di antara anggota keluarga, menjauhkan pertengkaran dan perselisihan yang bisa mengakibatkan perceraian, menyerahkan wewenang kepemimpinan kepada suami, dan menyerahkan urusan perlindungan keluarga kepadanya dengan segala daya, kemampuan, dan akal yang diberikan Allah kepadanya, serta tanggung jawab nafkah yang ditentukan Allah atas dirinya. 

Semua hal ini termasuk karunia Allah yang diberikan kepada para suami atas istri mereka. Allah berfirman, "Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena itu, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An-Nisa : 34)." 

Ketaatan termasuk Pergaulan yang Baik 


Ketaatan termasuk salah satu bentuk pergaulan yang baik. Kadang-kadang seorang istri taat, tetapi 1a tidak mempergauli suaminya dengan baik. Bahkan tak jarang ia hanya taat atas apa-apa yang diperintahkan kepadanya, dan enggan untuk mengkaji hal-hal di balik itu semua, padahal pergaulan yang baik sangat penting dalam kehidupan suami istri. 

Pergaulan yang baik adalah sebentuk rasa, seni, dan pendidikan sosial yang sangat mulia. Dengan hal ini akan tercipta kelestarian cinta dan kasih sayang. Berapa banyak masalah besar yang dapat diselesaikan hanya dengan senyuman yang lembut, pandangan yang penuh cinta, tutur kata yang baik, serta cara yang penuh dengan kesopanan dan kelembutan. 

Seorang istri yang taat kepada suami dan berhubungan dengannya secara baik akan mendapatkan kepercayaan dan cinta kasih suami, scrta dapat menumbuhkan perasaan bahagia dalam hidup Suami dengan istrinya. 

Pada gilirannya, suami akan memberi lebih banyak kepada istri, sampai seakan-akan istrilah yang banyak menuntut suami untuk memenuhi segala kebutuhannya. 

Dengan senang hati, suami melayani segala kebutuhan istrinya, hingga tampak seolah-olah suamilah yang menaati istrinya. 

Semakin dalam seorang istri mencurahkan segenap perasaannya kepada suami, bersikap lembut, dan mempergaulinya dengan baik, semakin piawar pula ia menundukkan hati suami dan membuatnya merasa bahwa kebahagiaannya tak bisa diwujudkan kecuali bersama istri yang dicintainya itu." 

Hadis yang Menganjurkan Istri untuk Taat kepada Suaminya 


Banyak riwayat hadis yang menganjurkan kepada istri untuk menaati suaminya dan menjelaskan pahala atas ketaatannya tersebut di dunia dan akhirat. Antara lain sebagainya berikut:

Diriwayatkan dari Abu Umamah r.a., bahwa Nabi s.a.w. bersabda, “Tidak ada kebaikan yang lebih besar yang didapat oleh seorang mukmin setelah takwa kepada Allah, selain istri yang salehah Jika ia memerintahnya, istri menaatinya, jika ta memandangnya, istri membuatnya bahagia: apabila ia bersumpah maka istri yang membebaskan sumpahnya, dan apabila ia tidak berada di sisinya maka istri akan menjaga diri dan hartanya.” [ HR. Ibnu Majah, No 1857, Bab nikah]

Dari Mu'adz r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda, "Kalaulah seorang istri mengetahui besarnya hak-hak suaminya, niscaya ia tidak akan mau duduk saat suaminya makan siang dan makan malam, kecuali setelah suami selesai menyantap makanannya." [HR. Thabrani dalam al-Kabir vol.20, halm.160]

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata, "Wahai kaum wanita, jika kalian benar-benar mengetahui hak-hak suami atas diri kalian, niscaya seorang dari kalian rela menghapus debu di wajah suaminya dcngan bagian dari wajahnya sendiri.” [HR Ibnu Abi Syaibah vol.4 halm.305]

Di antaranya ada juga hadis yang diriwayatkan oleh Hushain ibn Muhshan, ia berkata, bibiku menceritakan kepadaku, 1a berkata, 

Aku mendatangi Rasulullah untuk sejumlah keperluan. Beliau lalu bertanya kepadaku, "Apakah engkau sudah bersuami?" 

Aku menjawah, "Ya." 

Beliau kembali bertanya, “Bagaimana sikapmu terhadapnya (suamimu)? 

Aku menjawab, “Aku tak pernah kurang menaati dan melayaninya, kecuali jika memang aku tidak mampu." 

Rasulullah lantas bersabda, “Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya. Sesungguhnya suami adalah surgamu dan nerakamu.” 

Di antaranya juga adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah ditanya, 'Wanita seperti apakah yang paling baik? 

Beliau menjawab, ' Wanita yang dapat membahagiakan suami saat dilihat, taat kepadanya saat diperintah, dan tidak menentang suami dengan melakukan hal yang tidak disukai suaminya tentang diri dan hartanya.' 

Meskipun banyak hadis yang mewajibkan seorang istri untuk taat kepada seorang suami, Rasulullah menjelaskan dengan tegas kepada seorang istri mukminah bahwa apabila suami memerintahkannya untuk berbuat maksiat kepada Allah, ia tidak perlu menaatinya. Dalam hadis Rasulullah dikatakan, "Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalami hal maksiat kepada Khalik.” [HR Ahmad No 1098]

2 komentar

  1. Istri dengan suami laksana sahabat, saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan untuk meraih ridlo Allah Subhanahu Wataala

    BalasHapus

Posting Komentar

Copyright © 2021

Muslimah Indonesia