Jati Diri Wanita Muslimah Bagian I

Jati Diri Wanita Muslimah


Wahai Sahabatku yang beriman tentu kita semua ingin tahu bagaimana jati diri wanita muslimah yang sesungguhnya. Apakah wanita muslimah itu adalah wanita yang lemah lembut, pendiam, sering pergi ke masjid, rajin membaca Al-Qur’an. Ya itu adalah salah satu dari ciri-ciri wanita tetapi itu semua belum cukup untuk menunjukkan jati diri seorang muslimah. Lalu bagaimana Jati Diri seorang Muslimah ?


Nah, kali ini saya akan berbagi kepada sahabat-sahabat sekalian tentang bagaimana cara menjadi wanita Muslimah menurut Islam dan tentunya syar’i sob.


Trus..kalo sahabat bertanya Mengapa kita harus menjadi seorang wanita Muslimah sejati. Saya akan menjelaskan Mengapa..,Pertama, islam telah mengatur kehidupan seorang wanita agar hidup untuk menjadi Wanita yang mulia, dan terlidungi keberadaanya dimanapun ia berada. Islam juga telah memposisikan wanita ditempat yang terhormat, baik dikeluarga, masyarakat mapun Negara. Di lingkungan keluarga, wanita sebagai seorang ibu, istri sekaligus pengurus rumah tangga. Dilingkungan masyarakat, wanita merupakan anggota yang tidak dapat dikesampingkan karena dia merupakan pencetak dan pembentuk generasi. Sedangkan di lingkup Negara, wanita merupakan tiang Negara, yang apabila rapuh maka Negara tidak akan dapat berdiri tegak. 


Pertama-tama saya akan menjelaskan bagaimana seseorang Muslimah berhubungan dengan Rabbnya. 


Mukminah Yang Senantiasa Sadar


Satu hal yang membedakan wanita Muslimah dengan yang lain, ialah imannya yang mendalam kepada Allah dan keyakinannya bahwa apa pun peristiwa yang terjadi di ala mini dan apa pun yang terjadi pada diri manusia adalah berkat qadha’ dan takdir Allah. Dia yakin bahwa apa yang menimpa manusia bukan untuk membuatnya merasa bersalah,dan kesalahan yang dilakukannya bukan dimaksudkan untuk menimpakan musibah kepadanya. Kewajiban yang harus dilakukan manusia dalam kehidupan ini ialah berusaha meniti jalan kebaikan, mencari faktor-faktor yang bisa mendatangkan amal shalih, apakah itu dalam masalah agamanya maupun dunianya, sambil bertawakal dengan sebenar-benarnya tawakal kepada Allah, pasrah kepada urusan-Nya,yakin bahwa dia senantiasa membutuhkan pertolongan, bimbingan dan ridha-Nya.


Beribadah kepada Rabbnya


Wanita Muslimah yang lurus harus beribadah kepada Rabb-nya dengan semangat yang tinggi, karena dia mengetahui bahwa dia diberi kewajiban untuk melaksanakan amalan-amalan yang sudah diatur syariat dan diwajibkan Allah terhadap setiap orang Muslim dan Muslimah. Maka sudah barang tentu dia harus melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam dan rukun-rukunnya dengan cara yang baik, tidak memilih-milih jenis ringan, tidak meremehkan dan tidak pula berlebih-lebihan.


Mendirikan Shalat Lima Waktu


Wanita Muslimah harus mendirikan shalat 5 waktu,dan di wajibkan meninggalkan shalat jika Ia sedang menstruasi. Sudah barang tentu seorang Muslimah tidak boleh meninggalkan shalat seenak hatinya meskipun Ia berasal dari keluarga kaya atau miskin, atau sederhana semuanya harus mengerjakan shalat lima waktu. Saya mempunyai cerita tentang seoarang teman yang berasal dari keluarga kaya, hidupnya serba mewah, semua hal yang diinginkannya dapat terpenuhi dengan mudahnya, sebab ibunya sangat memanjakannya. Terkadang apabila telah datang waktu shalat ia mengulur-ngulur waktu, hingga waktu shalat pun habis. Saya pikir harta dapat membuat kita lupa akan Allah, maka beruntunglah kita apabila kita hidup dalam kesederhanaan, Namun Tuhan tetap memberikan hidayah-Nya kepada kita agar kita tidak pernah lupa Kepada-Nya.


Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Abdulllah bin Mas’ud RA. Ia bertanya Amalan apakah yang paling utama, Rasulullah menjawab :


1. Shalat pada waktunya 

2. Berbakti kepada kedua orang tua 

3. Jihad di jalan Allah.(Akan di bahas pada artikel selanjutnya) 


Yang demikian itu, karena shalat merupakan hubungan antara hamba dan Rabb-nya, sumber yang melimpah airnya, yang dari sumber inilah manusia bisa menciduk kekuatan, ketabahan hati, rahmat dan keridhaan yang dengan airnya itu dia bisa membersihkan noda, dosa dan kesalahan-kesalahannya.


Dari Jabir RA, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, 


“Perumpamaan shalat lima waktu ialah seperti sebuah sungai yang melimpah airnya mengalir di ambang pintu salah seoarang diantara kalian, dia bisa mandi di dalamnya lima kali setiap hari.” (Diriwayatkan Muslim)


Shalat merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Mereka bisa berlindung di bawah naungannya lima kali setiap hari, tanpa harus membayar sepersen pun untuk beribadah kepada Allah sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Kita bisa berkeluh kesah setiap selesai shalat, memohon pertolongan, meminta rahmat, hidayah dan ampunan dosa, begitulah hubungan seorang wanita maupun laki-laki kepada Rabb-nya. Maka tidak heran jika shalat merupakan sesuatu yang mensucikan diri orang yang melaksanakannya, Shalat juga menghindarkan kita dari perbuatan maksiat.


Berkaitan dengan mengikuti shalat berjamaah di Masjid, Islam memperbolehkan wanita shalat berjamaah di Masjid, Namun lebih baik apabila dikerjakan dirumah. Karena wanita harus mengurus pekerjaan rumah tangga,serta anaknya. Namun apabila kita sebagai remaja, alangkah lebih baik apabila kita shalat secara berjama’ah karena Allah. Tidak boleh kita melaksanakan suatu amalan tanpa dilandasi ikhlas karena Allah, karena semua itu akan sia-sia saja. Tentu saja kita tidak mau amalan yang kita lakukan sia-sia bukan? Oleh sebab itu, Beramalah ikhlas karena Allah Ta’ala. Ok sob…


Menghadiri Shalat Id 


Islam memuliakan wanita ,sebagaimana laki-laki dengan menjadikannya sebagai seorang mukallaf dalam beribadah kepada Allah, menganjurkannya untuk menghadiri pertemuan umum dalam Idul Fitri dan Idul Adha, ikut mengharapkan barakah kebaikan dan berdoa. Kita mendapatkan anjuran ini dalam berbagai hadits di dalam Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim. Di dalam hadits-hadits ini Rasulullah SAW, memerintahkan agar mengeluarkan para wanita seluruhnya, untuk menghadiri pertemuan-pertemuan itu. Mau itu nenek-nenek, anak kecil, Remaja, ABG, semua diperintahkan berkumpul untuk sama-sama melaksanakan shalat Id. Oh iya sob, ada cerita nih sewaktu selesai shalat Id Rasulullah menemui jamaah wanita dan menyuruh Bilal untuk membentangkan kainnya, seraya pada saat itu jamaah wanita melempar harta yang di bawa mereka, apapun yang mereka miliki saat itu dibawa entah itu cincin, kalung dsb. Wah, kalau kamu gimana sob rela nggak ngorbanin kalung buat disedekahin ? Masih sayang ya? Makanya besok kalau shalat Id jangan lupa membawa uang ya, seikhlasnya…. 


Shalat Sunat Rawatib dan Nawafil


Wanita Muslimah yang lurus tidak cukup hanya melaksanakan shalat lima waktu, tetapi selayaknya dia juga melaksanakan shalat-shalat sunat Rawatib (shalat-shalat sunat yang mengikuti shalat fardhu) dan Nawafil (shalat-shalat sunat selain Rawatib), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti shalat Dhuha dan shalat Tahajud. Sebab Shalat sunat ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb-nya sob, mendatangkan kecintaan Allah dan ridha-Nya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung. Tidak ada yang lebih pas untuk menunjukkan seberapa besar martabat yang dicapai seorang hamba Mukmin karena banyak taqarrub kepada Allah dengan melaksanakan shalat-shalat Nafilah. Allah berfirman, 


“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan melaksanakan shalat-shalat Nafilah hingga Aku mencintainya. Jika aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, aku menjadi penglihatnnya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, maka Aku benar-benar akan memberinya dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku, maka Aku benar-benar akan melindunginya.” (Diriwayatkan Al-Bukhary)


So... tunggu apalagi sob kalau mau di sayang sama Allah caranya mendekatkan diri yang melakukan banyak shalat sunat. Dijamin hati akan tentram dan tidak gelisah lagi.

Jati diri wanita muslimah ini lanjut ke bagian II ya sob...

Posting Komentar

Copyright © 2021

Muslimah Indonesia