Jati Diri Wanita Muslimah Bagian III


Melaksanakan Umrah 

Sob memang melaksanakan haji sama umrah itu nggak gratis alias butuh besar untuk melaksanakannya. Tapi kalau sobat udah niat nih apa sih yang nggak bisa, semua pasti bisa. Ada cerita nih aku punya temen, aku sebutin namanya ya namanya itu Amrina dia tahun ini ikut Umrah, hebat banget padahal baru kelas 2 SMA udah Umrah yang kayak gini emang harus di iri sob dengan kita, suatu saat kita akan terpacu untuk bisa seperti dia. Tapi niatnya karena Allah ya bukan karena riya’.

Menaati Perintah Rabb 

Wanita Muslimah yang sadar tidak boleh lalai bahwa dia dibebani berbagai kewajiban syariat yang diperintahkan Allah kepadanya. Kedudukannya dalam hal ini sama dengan kaum laki-laki, tidak ada perbedaan di antara keduanya kecuali dalam masalah-masalah yang secara khusus memang diperuntukkan bagi wanita, bukan bagi kaum laki-laki atau dikhususkan bagi kaum laki-laki dan wanita mempunyai tanggung jawab yang sama dihadapan Allah. Firman-Nya:

“Sesungguhnya laki-laki dan wanita yang Muslim, laki-laki dan wanita yang Mukmin yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan wanita yang benar, laki-laki dan wanita yang sabar, laki-laki dan wanita yang khusyu’, laki-laki dan wanita yang bershadaqah, laki-laki dan wanita yang berpuasa, laki-laki dan wanita yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan wanita yang menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(Al-Ahzab:35) 

Inget ya sob, semua amal perbuatan kita itu dipertanggung jawabkan di Akhirat nanti. Ingat… ingat… 

Oh ya sob, saya punya cerita nih dulu waktu zaman Rasulullah, ada seorang gadis cantik namanya Zainab, Nah Rasulullah dapat wahyu yang berisi tentang perintah untuk menikahkan Si Zainab dengan anak angkatnya Zaid bin Haritsah, yang namanya zaid kan mantan budak yang udah dimerdekakan oleh Rasulullah. Ya tau sendirilah kalau di Film-Film yang namanya budak itu item jelek, nggak ganteng lah pokoknya. Rasulullah sebenernya sungkan juga soalnya kasihan si perempuannya. Trus Zainab bilang ke Rasul, Ya Rasulullah saya tidak mau menikah dengan Zaid. Tapi mau bagaimana lagi Rasulullah hanya terdiam, akhirnya Zainab mau deh. Tahu kalau cinta Zaid bertepuk sebelah tangan, Zaid langsung menceraikan Zainab. Trus turun ayat perintah untuk menikahi Zainab. Rasulullah sebenernya kaget sekaligus sungkan, soalnya mantan istri anak angkatnya sendiri. Akhirnya Rasulullah pun mematuhi perintah Allah, dengan menikahi Zainab. Zainab senengnya minta ampun.

Tujuan dari perintah itu adalah : 

1. Untuk menciptakan persamaan hak secara utuh diantara manusia dengan adanya pernikahan seorang gadis Quriasy yang cantik dengan keturunan Abdi Syams, putri dari bibi Rasulullah SAW, dengan seorang hamba sahaya. Padahal yang namanya hamba sahaya menduduki tingkatan yang jauh lebih rendah dari pada para bangsawan. Jurang perbedaan antara keduanya tidak bisa di tembus dan dienyahkan kecuali dengan tindakan nyata dari Rasulullah SAW, dengan cara menyatakannya kepada khalayak. Dengan cara ini masyarakat Muslim bisa mengambil pelajaran dan perbedan itu pun bisa dienyahkan, sehingga tidak ada keutamaan diantara manusia kecuali dengan takwa.  

2. Menggugurkan tradisi anak angkat yang berlau sebelumnya di masyarakat Jahiliyah, lewat pernikahannya dengan Zainab, yang sebelumnya menjadi istri anak angkat beliau Zaid bin Hatsah, dengan menghadirkan bukti praktis bahwa andaikan Zaid benar-benar anak beliau tentunya pernikahan beliau dengan Zainab tidak terjadi kecuali atas perintah Allah yang dinyatakan di dalam Al-Qur’an.

Tidak Berkhalwat dengan Ajnaby (Laki-Laki Non Mahram) 

Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya tak akan terwujud kecuali dengan mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya. Di antara bentuk ketaatan wanita Muslimah kepada Allah dan Rasulnya ialah tidak berkhalwat (berkumpul menyendiri) dengan seorang laki-laki lain mahram. Sebab hal ini diharamkan menurut pendapat ulama, yang didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW. 

“Janganlah sekali-kali laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dia disertai mahramnya, dan janganlah wanita bepergian kecuali disertai mahramnya”. Ada seorang laki-laki yang berdiri dan berkata, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku hendak pergi untuk haji, padahal aku sudah berketetapan untuk ikut dalam perang ini dan itu. Beliau bersabda, ”Pergilah dan tunaikanlah haji bersama isrtimu.”(HR.Muslim) 

Sekarang kita sudah tahu kan bahwa berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan muhrim haram hukumnya artinya apabila dilakukan, maka pelakunya dinyatakan berdosa.

Memakai Hijab Yang Sesuai dengan Ketentuan Syariat 

Wanita Muslimah mengenakan hijab yang sesuai dengan ketentuan syariat saat keluar rumah, yaitu pakaian islami yang batasan-batasannya sudah ditetapkan nash dalam kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. Dia juga tidak boleh keluar dari rumah atau menampakkan diri di hadapan laki-laki lain yang bukan mahramnya dalam keadaan bersolek dan memakai wewangian. Dia tidak melakukan hal-hal ini karena mengetahui bahwa semua itu haram berdasarkan nash Al-Qur’an yang pasti maknanya : 

“Katakanlah kepada wanita yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa Nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”(An-Nur:31) 

Sobat pasti udah tau kalau batasan aurat itu seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. So, selain muka dan telapak tangan nggak boleh kelihatan ya. Oh ya telapak tangan (atau pergelangan tangan). Sob tau nggak sih kalau satu helai saja rambut kita kelihatan maka sama dengan 1000 tahun neraka. Hi…ngeri kan,nggak percaya ya?? 


Jadi buat kalian yang sudah baligh buru-buru deh menutup aurat kalian, dengan berpakaian menggunkan khimar (atau baju yang memanjang hingga kaki yang menutup seluruh bagian tubuh), Istilah ini kalau diarab disebut juga jilbab sob. Jadi kalau di Indonesia menyebut kerudung itu jilbab, pernyataan yang salah ya… 

Sob,tahu nggak apa yang membedakan wanita muslimah dengan wanita beragama islam tapi nggak muslimah dan non islam. Bedanya kalau wanita muslimah terbungkus dengan rapid dan bisa dibilang masih higinis. Tapi yang lain terbuka alias tak terbungkus dan tidak higinis, ya gitulah perumpamaannya. Kebiasaan masyarakat modern yang membiarkan para wanita berpakaian secara bebas dan buka-bukaan merupakan bukti penyimpangan mereka dari petunjuk Allah, bukan saja di Negara Islam tapi juga di Negara manapun di dunia ini. Kita tidak terlalu heran jika orang-orang Barat tidak peduli terhadap penyimpangan ini, tak ambil pusing dengan munculnya berbagai model pakaian yang memamerkan aurat wanita karena memang mereka tidak peduli terhadap penyimpangan ini, tak ambil pusing dengan munculnya berbagai model pakaian yang memamerkan aurat wanita, karena memang mereka tidak mendapatkan tatanan yang pasti dalam kita senantiasa membaca kitab Allah yang asli dan tanpa ada penyimpangan atau perubahan didalamnya, tidak boleh tinggal diam terhadap penyimpangan ini. Tidak boleh ada kelalaian, kelemahan dan peremehan yang membungkus hakikat agama mereka. Sebab berbagai nansh yang kongkrit maknanya di dalam Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya, senantiasa mengetuk telinga mereka, memberi ancaman terhadap orang-orang yang menyalahi peringatan Allah dan Rasul-Nya, memperingatkan akan munculnya cobaan terhadap mereka di dunia dan siksaan yang pedih di akhirat.

Gimana Sob? kalian mau nggak disiksan dunia akhirat untuk mendapatkan peringatan dari Allah, Sob jangan pikir panjang lagi ya untuk mematuhi aturan Allah. Allah sayang kalian,tunjukkan kepatuhan kalian kepada Allah.

Posting Komentar

Copyright © 2021

Muslimah Indonesia